untuk yang tersayang Nae, Palangkaraya, Februari 2013
Nae, dalam bilik hati, kata cinta bersembunyi;
Dia malu menyebutmu sayang, katanya kamu terlalu cantik;
Herannya, sungkan juga menyentuh rindu, mengeluh tak punya
nama;
Alibinya, tanpa sebutan, dia tidak tau caranya berkenalan;
Raka sudah sebutkan, cintamu sudah menunggu dan mungkin
tujuh menit lagi akan jemu;
Tak perlu nama, tapi bawa cintamu pergi ke pantai yang tak
memiliki ruang tunggu;
Pastikan di sana cintamu berderai bahagia dan temani di
tempat sepi;
Jangan biarkan lama merintih sendiri.
Nae, sejujurnya dalam tiap sendu temu, kata cinta menginginkanmu;
Dia tidak tertulis pada kertas apa lagi di atas pasir di
pantai, melainkan dalam diamnya lisan dan riuh deburan ombak yang menyapu
lantai lautan;
Sepi memang, bahkan hening, tapi jangan pernah meragukan
syahdu dirinya sebagai irupsi hidup cintamu;
Karena menurutnya cinta dan cintamu bagaikan penanda dengan
pertandanya;
Relasional antar istilah yang Raka yakin ia sendiri tidak
benar paham, kecuali bahwa ia tidak terpisahkan dengan cintamu;
Seolah filsuf dia menciptakan istilah baru, kalau filosofi
berarti mencintai kebijakan, maka ia filonae;
Sekali Raka menyebutnya asal dan tidak rasional - jauh dari
logis, tapi dia hanya tersenyum kemudian berkata itulah cinta.
Nae, antara bersemangat dan merinding, kini kata cinta itu
berusaha terus menebarkan cahaya;
Dia ingin cintamu mafhum, bahwa ia ingin menjadi mercusuar
bagi cintamu;
Meskipun ia terkejut karena baru memahami menjadi terang
berati memberikan ruang bagi gelap dalam diri;
Ketika retakan mimpi terbayang gelap di dalam nyalanya, Raka
seringkali berusaha menghiburnya agar tak bersedih terutama jika ternyata cinta
hanya monumen pengingat bagi cerita hatimu;
Karena baik pencinta ataupun filsuf anugerah itu adalah ketika ada yang pernah menyebutnya
cinta.
Nae, meski demikian Raka bersaksi untuknya, kata cinta tak pernah meredup untuk cintamu;
Dalam desisnya yang juga senyap ia bertekad memberi definisi
tentang dirinya sendiri;
Tertulis atau tidak;
Terucap atau pun tersirat;
Teringat atau jika harus pun terlupakan;
Cinta sangat mencintaimu dan berharap cintamu selalu hidup
bahagia;
Selamanya.
Salam sayang selalu dari cinta dalam bilik hati.
0 comments :
Post a Comment